Entri Populer

Selasa, 06 November 2012

Manfaat Seperti Ini Susah Didapat Kalau Pagi Tidak Olahraga







Olahraga bisa dilakukan kapan saja, tidak pernah ada ruginya kalau dibandingkan dengan tidak olahraga sama sekali. Namun olahraga di waktu-waktu tertentu punya kelebihan masing-masing dan olahraga pagi biasanya lebih menguntungkan.


http://dotpsd.files.wordpress.com/2012/10/rizal_loty2013.jpg


Beberapa manfaat yang hanya bisa didapat kalau rajin olahraga di pagi hari adalah sebagai berikut seperti dikutip dari Huffingtonpost, Rabu (7/11/2012).

1. Lebih mudah mengontrol nafsu makan
Sebuah penelitian di Bringham Young University menunjukkan bahwa para perempuan yang melakukan olahraga ringan selama 45 menit di pagi hari lebih mampu mengontrol nafsu makan dibandingkan jika tidak olahraga. Kecenderungan ini membuat para perempuan terhindar dari risiko makan berlebihan.

2. Lebih santai di sore atau malam harinya
Ajakan untuk jalan-jalan atau hang out bersama teman lebih sering datang pada malam hari. Jika pagi harinya tidak olahraga, maka ada 2 kemungkinan yakni tidak olahraga sama sekali atau kehilangan kesempatan untuk bersenang-senang bersama teman. Pilih mana?

3. Lebih mudah dijadikan kegiatan
Godaan dan gangguan pada pagi hari lebih sedikit dibandingkan malam hari, sehingga jauh lebih memungkinkan untuk menjadikan olahraga pagi sebagai rutinitas sehari-hari. Bisa saja rutinitas itu dijadwalkan pada malam hari, tetapi siapa yang menjamin tidak ada undangan meeting mendadak di kantor misalnya?

http://dotpsd.files.wordpress.com/2012/07/jero_after.jpg


4. Mendongkrak energi sepanjang hari
Saat olahraga, kontraksi otot dan gerakan-gerakan tubuh membuat jantung bekerja dengan sangat efisien dalam mendistribusikan gula dan oksigen lewat sistem peredaran darah. Itu artinya, tubuh akan mendapatkan suplai energi yang lebih optimal sejak pagi hari.

5. Meningkatkan kerja otak jadi lebih pintar
Bagi otak, olahraga memberikan manfaat jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian membuktikan bahwa jangka pendeknya bisa berupa peningkatan fungsi eksekusi dan pemanggilan kembali memori yang tersimpan di otak. Menurut para peneliti, manfaat ini bisa dianggap sebagai gantinya minum kopi bagi yang mungkin punya sakit maag.

https://p.twimg.com/Au88pCGCQAA_5bk.jpg

Kamis, 01 November 2012

pemulung berjilbab

Setiap pagi, ketika aku akan berangkat kerja. Ibu ini sering lewat di depan rumah. Barang yang dibawanya amat banyak. Hampir dua karung penuh dia jinjing dan angkat di atas kepalanya. Untuk mendapatkan barang sebanyak itu kemungkinan beliau berangkat sebelum subuh.
Ibu pemulung yang selalu terseyum dan tanpa berucap setiap saya sapa. Dengan keterbatasan beliau, ada satu hal yang patut dibanggakan dari ibu ini. Meskipun pekerjaanya berteman dengan sampah yang kebanyakan kotor, namun beliau tetap menggunakan jilbab yang besar. Bahkan pernah saya melihat dia mengikuti sebuah ta’lim kajian Islam.

Di kehidupan kita yang semakin jauh dari norma “budaya Indonesia” apalagi “ajaran agama” yang mewajibkan umatnya untuk menutup aurot. Si Ibu pemulung tetap konsisten dengan iman yang dia miliki. Beda dengan kebanyakan perempuan yang mengaku “terhormat” tapi ternyata “murahan” diakibatkan dia “memamerkan perhiasan tubuhnya” di sebarang tempat.
Harusnya kita malu pada Si Ibu Pemulung … semoga menginspirasi
Kami Tunggu Kehadiran Anda Selanjutnya”
Jika Anda ingin berbagi Energi Kebaikan kepada beliau bisa  melalui rekening Ke BANK MANDIRI No. Rekening 143-00-1032702-9 atas nama Muhammad Subakri. Mohon konfirmasi jika sudah mengirim jumlah dan nama Anda ke 085236046665. Kami akan menyalurkan 100%. barokallahufiq …. kami tunggu kabar baik Anda

DAHSYATNYA SEDEKAH, INI BUKTINYA !

DAHSYATNYA SEDEKAH, INI BUKTINYA !
Hal yang luar biasa adalah sedekah. Jika difikir secara akal matematika pasti tidak kongruen. Kita mengeluarkan barang/uang, logikanya barang/uang kita akan habis. Namun TIDAK, Allah malah mengganti dengan yang berlipat-lipat.
Kemarin buktinya. Duhur itu sy bersama teman saling bantu untuk mengeluarkan dana sewa barang untuk kegiatan sosial. Insyaallah kegiatan itu juga bernilai positif. Allah memang Maha Kaya. Saat akan sholat Ashar, Allah sudah menggantinya. Di bimbel tempat sy ngajar ada jatah minuman rasa buah satu kardus. Beliau bilang ini hanknya anda. Ya sudah saya terima.
Apa cukup itu saja, ternyata tidak. Kasih sayang Allah melebihi yang kita duga, saat akan berbuka puasa. Ada rapat dengan Dewan Redaksi Majalah. Tiba-tiba bendaharanya memberi amplop. Alhamdulillah, saat pulang dan bibuka oleh istri, ternyata isinya 200% dari sedekah yang sy ke luarkan. Maha Kaya Allah dan Maha Pengasih.
Sahabat, jagan ragu untuk bersedekah. Bersedekah tidak harus uang atau barang. Ilmu juga bisa kita sedekahkan. Senyuman dan wajah yang ceria juga bisa kita sedekahkan. Kata-kata positif juga bisa kita sedekahkan. Memberi Motivasi juga sedekan. Memberi salam juga sedekah. Menjaga agar tidak terpancing oleh emosi adalah sedekah. Jadi tunggu apa lagi, segera rasakan dahsyatnya sedekah. Kalau Allah tidak mengganti sekarang, pasti Dia akan mengganti besok, bulan depan, tahun depan, atau bahkan saat kita kembali ke pada-Nya (surga). Anda mau masuk surga? Sedekah salah satu jalannya. Amiin

Kelebihan Sholat Dhuha

 
 
 
 
 
 
3 Votes

السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد
Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka, yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua rakaat yang dilakukannya dari Shalat Dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud)
Abu Hurairah r.a. berkata, “Kekasihku, Muhammad Saw. Berwasiat kepadaku agar melakukan tiga hal: Berpuasa tiga hari pada setiap bulan(Hijriah, yaitu puasa putih atau Bidl, tanggal 13,14,15),
dua rakaat shalat Dhuha, dan agar aku melakukan shalat Witir dulu sebelum tidur.” (HR Bukhari-Muslim).
Rasulullah Saw. bersabda: “Shalat Dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim)
Buraidah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu,maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).
Peregangan sungguh mutlak diperlukan, untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Dan, Rasulullah Saw. menyinggungnya dengan ungkapan santun: “hak dari setiap persendian.” Semuanya cukup dengan dua rakaat dhuha. Shalat memang memiliki kombinasi unik dari tiap gerakannya bagi tubuh. Hanya saja untuk Dhuha, waktunyalah yang memang unik; waktu ketika tubuh memerlukan energy namun juga harus bersiap menghadang stress yang menerpa.
Dr. Ebrahim Kazim-seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy-menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve.” Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap system kardiovaskular. Itulah peregangan dan persiapan untuk menghadapi tantangan, tapi bedanya dengan olah raga biasa adalah: pahalanya luar biasa!
Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda, Allah ‘azza wa jalla berfirman: “Wahai anak Adam kerjakanlah shalat empat rakaat kepada-Ku pada permulaan siang niscaya Aku akan member kecukupan kepadamu sampai akhir siang.” (HR at-Tirmidzi).
Terlebih lagi shalat Dhuha tidak hanya berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tapi juga menangkal stress yang mungkin timbul dalam kegiatan sehari-hari, sesuai dengan keterangan dr. Ebrahim Kazim tentang shalat: “Simultaneously, tension is relieved in the mind due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others.”
Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengelurakan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin. Zat ini sejenis morfin,termasuk opiate. Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya. Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.
Jika barang-barang terlarang macam morfin bisa memberi rasa senang-namun kemudian mengakibatkan ketagihan disertai segala efek negatifnya- endorphin dan enkefalin tidak. Ia memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks, secara alami. Menjadikan seseorang tampak ebih optimis, hangat, menyenangkan, serta seolah menebarkan aura ini kepada lingkungan di sekelilingnya.
Subhanallah….Maka, shalat Dhuha-lah, peregangan sekaligus pereda stress. Inilah rehat yang tidak sekadar rehat. Daripada sekadar duduk-duduk mengobrol, ayo rehat dengan ber-Dhuha dan segera kembali beraktivitas setelahnya. Kemudian, rasakan bedanya!
Do’a Setelah Shalat Dhuha (dapat dibaca artinya saja tanpa Arab)
Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktuMU,
dan keagungan itu adalah keagunganMU,
dan keindahan itu adalah keindahanMU,
dan kekuatan itu adalah kekuatanMU,
dan perlindungan itu adalah perlindunganMU,
Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah,
jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah
PENTING UNTUK SEMUA:
Saat melaksanakan ibadah, jangan berharap karena ingin sehat… tapi lakukanlah dengan ikhlas tanpa pamrih dengan penuh BERSYUKUR atas semua nikmat terutama Iman & Islam yg tak dapat dihitung & dinilai…
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Islam dari segi Ajaran, Ibadah, Larangan, Perintah, Kitab Suci Al-Qur’an & lainnya bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa’:82
Maha Suci Allah dengan segala kekuasaan-Nya. Sungguh, apa-apa yang ditetapkan Allah, ada manfaat yng bisa diambil.
Jadi,,, 1 lagi bukti… Islam TERBUKTI BENAR!
DARI ILMIAH,,,, Islam terbukti Benar
DARI KITAB LAIN,,, Islam terbukti Benar
Segala puja & puji bagi ALLAH,,, Qur’an TERBUKTI Sepanjang Masa!
Qs.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
Qs.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
masih mau baca tenntang bagaimana solat dhuha yang sesuai sunnah baca di sini

Manfaat Shalat Dhuha Secara Medis

MANFAAT SHALAT DHUHA SECARA MEDIS

Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka, yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua rakaat yang dilakukannya dari Shalat Dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud)
Abu Hurairah r.a. berkata, “Kekasihku, Muhammad Saw. Berwasiat kepadaku agar melakukan tiga hal: Berpuasa tiga hari pada setiap bulan(Hijriah, yaitu puasa putih atau Bidl, tanggal 13,14,15), dua rakaat shalat Dhuha, dan agar aku melakukan shalat Witir dulu sebelum tidur.” (HR Bukhari-Muslim).
Rasulullah Saw. bersabda: “Shalat Dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim)

Buraidah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu,maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Peregangan sungguh mutlak diperlukan, untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Dan, Rasulullah Saw. menyinggungnya dengan ungkapan santun: “hak dari setiap persendian.” Semuanya cukup dengan dua rakaat dhuha.

Shalat memang memiliki kombinasi unik dari tiap gerakannya bagi tubuh. Hanya saja untuk Dhuha, waktunyalah yang memang unik; waktu ketika tubuh memerlukan energy namun juga harus bersiap menghadang stress yang menerpa.

Dr. Ebrahim Kazim-seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy-menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve.” Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap system kardiovaskular.

Itulah peregangan dan persiapan untuk menghadapi tantangan, tapi bedanya dengan olah raga biasa adalah: pahalanya luar biasa! Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda, Allah ‘azza wa jalla berfirman: “Wahai anak Adam kerjakanlah shalat empat rakaat kepada-Ku pada permulaan siang niscaya Aku akan member kecukupan kepadamu sampai akhir siang.” (HR at-Tirmidzi).

Terlebih lagi shalat Dhuha tidak hanya berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tapi juga menangkal stress yang mungkin timbul dalam kegiatan sehari-hari, sesuai dengan keterangan dr. Ebrahim Kazim tentang shalat: “Simultaneously, tension is relieved in the mind due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others.”

Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengelurakan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin. Zat ini sejenis morfin,termasuk opiate. Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya. Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.

Jika barang-barang terlarang macam morfin bisa memberi rasa senang-namun kemudian mengakibatkan ketagihan disertai segala efek negatifnya- endorphin dan enkefalin tidak. Ia memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks, secara alami. Menjadikan seseorang tampak ebih optimis, hangat, menyenangkan, serta seolah menebarkan aura ini kepada lingkungan di sekelilingnya.

Subhanallah….Maka, shalat Dhuha-lah, peregangan sekaligus pereda stress. Inilah rehat yang tidak sekadar rehat. Daripada sekadar duduk-duduk mengobrol, ayo rehat dengan ber-Dhuha dan segera kembali beraktivitas setelahnya. Kemudian, rasakan bedanya!.
Semoga bermanfaat teman….
Referensi : Ramadhani, Egha Z. 2007. Superhealth: Gaya Hidup Sehat Rasulullah. Yogyakarta: Pro-U Media.
rahasia solat duhaKeutamaan, Manfaat, Rahasia Sholat Dhuha : Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari berbuat munkar (nahi munkar) adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.”
[HR. Muslim, Abu Dawud dan riwayat Bukhari dari Abu Hurairah]
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Kekasihku Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah berwasiat kepadaku tiga perkara: [1] puasa tiga hari setiap bulan, [2] dua rakaat shalat Dhuha dan [3] melaksanakan shalat witir sebelum tidur.”
[HR. Bukhari, Muslim, Turmuzi, Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad dan Ad-Darami]
Dari Abud Darda, ia berkata: “Kekasihku telah berwasiat kepadaku tiga hal. Hendaklah saya tidak pernah meninggalkan ketiga hal itu selama saya masih hidup: [1] menunaikan puasa selama tiga hari pada setiap bulan, [2] mengerjakan shalat Dhuha, dan [3] tidak tidur sebelum menunaikan shalat Witir.”
[HR. Muslim, Abu Dawud, Turmuzi dan Nasa’i]
Dari Anas [bin Malik], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 (dua belas) rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di syurga”.
[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]
Dari Abu Said [Al-Khudry], ia berkata: Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat Dhuha, sehingga kami mengira bahwa beliau tidak pernah meninggalkannya. Dan jika beliau meninggalkannya, kami mengira seakan-akan beliau tidak pernah mengerjakannya”.
[HR. Turmuzi, hadis hasan]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan rejeki dan menolak kefakiran. Dan tidak ada yang akan memelihara shalat Dhuha melainkan orang-orang yang bertaubat.”
[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]
Anjuran Shalat Dhuha
Dari Aisyah, ia berkata: “Saya tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat Dhuha, sedangkan saya sendiri mengerjakannya. Sesungguhnya Rasulullah SAW pasti akan meninggalkan sebuah perbuatan meskipun beliau menyukai untuk mengerjakannya. Beliau berbuat seperti itu karena khawatir jikalau orang-orang ikut mengerjakan amalan itu sehingga mereka menganggapnya sebagai ibadah yang hukumnya wajib (fardhu).”
[HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, Malik dan Ad-Darami] ditulis di blog fadlie.web.id
Dalam Syarah An-Nawawi disebutkan:
Aisyah berkata seperti itu karena dia tidak setiap saat bersama Rasulullah. Pada saat itu Rasulullah memiliki istri sebanyak 9 (sembilan) orang. Jadi Aisyah harus menunggu selama 8 hari sebelum gilirannya tiba. Dalam masa 8 hari itu, tidak selamanya Aisyah mengetahui apa-apa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah istri beliau yang lain.
Waktu Afdol untuk Shalat Dhuha
Dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha [pada waktu yang belum begitu siang], maka ia berkata: “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat Dhuha pada selain saat-saat seperti itu adalah lebih utama, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalatnya orang-orang yang kembali kepada ALLAH adalah pada waktu anak-anak onta sudah bangun dari pembaringannya karena tersengat panasnya matahari”.
[HR. Muslim]
Penjelasan:
Anak-anak onta sudah bangun karena panas matahari itu diqiyaskan dengan pagi hari jam 08:00, adapun sebelum jam itu dianggap belum ada matahari yang sinarnya dapat membangunkan anak onta.
Jadi dari rincian penjelasan diatas dapat disimpulkan waktu yg paling afdol untuk melaksanakan dhuha adalah Antara jam 08:00 ~ 11:00
Jumlah Rakaat Shalat Dhuha
>> 4 RAKAAT
Dari Mu’dzah, bahwa ia bertanya kepada Aisyah: “Berapa jumlah rakaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menunaikan shalat Dhuha?”
Aisyah menjawab: “Empat rakaat dan beliau menambah bilangan rakaatnya sebanyak yang beliau suka.”
[HR. Muslim dan Ibnu Majah]
>> 12 RAKAAT
Dari Anas [bin Malik], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 (dua belas) rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di syurga”.
[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]
>> 8 RAKAAT
Dari Ummu Hani binti Abu Thalib, ia berkata: “Saya berjunjung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun Fathu (Penaklukan) Makkah. Saya menemukan beliau sedang mandi dengan ditutupi sehelai busana oleh Fathimah putri beliau”.
Ummu Hani berkata: “Maka kemudian aku mengucapkan salam”. Rasulullah pun bersabda: “Siapakah itu?” Saya menjawab: “Ummu Hani binti Abu Thalib”. Rasulullah SAW bersabda: “Selamat datang wahai Ummu Hani”.
Sesudah mandi beliau menunaikan shalat sebanyak 8 (delapan) rakaat dengan berselimut satu potong baju. Sesudah shalat saya (Ummu Hani) berkata: “Wahai Rasulullah, putra ibu Ali bin Abi Thalib menyangka bahwa dia boleh membunuh seorang laki-laki yang telah aku lindungi, yakni fulan Ibnu Hubairah”.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “sesungguhnya kami juga melindungi orang yang kamu lindungi, wahai Ummu Hani”.
Ummu Hani juga berkata: “Hal itu (Rasulullah shalat) terjadi pada waktu Dhuha.”
[HR. Muslim]
Tata Cara Shalat Dhuha
  1. Berniat untuk melaksanakan shalat sunat Dhuha setiap 2 rakaat 1 salam. Seperti biasa bahwa niat itu tidak harus dilafazkan, karena niat sudah dianggap cukup meski hanya di dalam hati.
  2. Membaca surah Al-Fatihah
  3. Membaca surah Asy-Syamsu (QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca Qulya (QS:109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu itu.
  4. Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan membaca Qulhu (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha.
  5. Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam adalah sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.
  6. Menutup shalat Dhuha dengan berdoa. Inipun bukan sesuatu yang wajib, hanya saja berdoa adalah kebiasaan yang sangat baik dan dianjurkan sebagai tanda penghambaan kita kepada ALLAH.
catatan :
>> Sebagaimana shalat sunat lainnya, Dhuha dikerjakan dengan 2 rakaat 2 rakaat, artinya pada setiap 2 rakaat harus diakhiri dengan 1 kali salam.
>> Adapun surah-surah yang dibaca itu tidak ada hadis yang mengaturnya melainkan sekedar ijtihad belaka, kecuali membaca Qulya dan Qulhu adalah sunnah Rasulullah, tetapi bukan untuk shalat Dhuha, melainkan shalat Fajr. Kita tidak dibatasi membaca surah yang manapun yang kita sukai, karena semua Al-Qur’an adalah kebaikan.
>> Doa pun tidak dibatasi, kita boleh berdoa apa saja asalkan bukan doa untuk keburukan.
>> Doa yang terkenal dalam mazhab Syafi’i ada pada slide selanjutnya. Selain doa itu kita boleh membaca doa yang kita sukai. Namun karena ada aturan mazhab, maka hendaklah kita jangan melupakan agar memulai doa itu dengan menyebut nama ALLAH, memuji syukur kepada-NYA dan kemudian bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Do’a Sesudah Shalat Dhuha
doa sholat dhuha
ALLAAHUMMA INNADH-DHUHAA ‘ADHUHAA ‘UKA – WAL BAHAA ‘ABAHAA ‘UKA – WAL JAMAALA JAMAALUKA – WAL QUWWATA QUWWATUKA – WAL QUDRATA QUDRATUKA – WAL ‘ISHMATA ‘ISHMATUKA.
ALLAAHUMMA IN KAANA RIZQII FIS-SAMAA ‘I FA ANZILHU – WA IN KAANA FIL ARDI FA AKHRIJHU – WA IN KAANA MU’ASSARAN FA YASSIRHU – WA IN KAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU – WA IN KAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI DHUHAA ‘IKA, WA BAHAA ‘IKA, WA JAMAALIKA, WA QUWWATIKA, WA QUDRATIKA.
AATINII MAA ‘ATAITA ‘IBAADAKASH-SHAALIHIIN.
Artinya:
“Wahai ALLAH, bahwasanya waktu Dhuha itu waktu Dhuha-MU – dan kecantikan adalah kecantikan-MU – dan keindahan adalah keindahan-MU – dan kekuatan adalah kekuatan-MU – dan kekuasaan adalah kekuasaan-MU – dan perlindungan itu adalah perlindungan-MU.
Wahai ALLAH, jikalau rejekiku masih diatas langit, maka turunkanlah – Dan jikalau ada didalam bumi maka keluarkanlah – dan jikalau sukar maka mudahkanlah – dan jika haram maka sucikanlah – dan jikalau masih jauh maka dekatkanlah dengan berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-MU.
Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambamu yang shaleh.
Sumber: http://alkisah.web.id/2010/03/rahasia-sholat-dhuha.html

Rahasia Kekuatan Shalat Dhuha

Rahasia kekuatan shalat dhuha
A
llah SWT setiap kali memerintahkan ibadah terhadap hambanya,tentu selalu mengandung manfaat yang luar biasa.Terlebih bagi manusia, sebagai pelaku utama yang di muliakan Allah SWT,dibanding hamba yang lainnya.Sayangnya, rahasia dibalik ibadah tersebut tidak banyak disadari setiap muslim. Kecuali hanya sebagian kecil orang.Karena kedekatan dan ketundukan hatinya kepada Allah SWT. Yang dapat mengetahui dan merasakan manfaat dari ibadah tersebut.Dan memang di antara kita (manusia) ini hanya diberi sedikit penetahuan tentang manfaat dari ibadah itu,terutama pahala yang berlipat ganda bagi yang mengamalkannya.
            Untuk mengetahui manfaat dari suatu ibadah, manusia diperintahkan untuk melaukan kajian atau penelaahan yang mendalam tentang kebaikan-kebaikan tentang ibadah tersebut bagi diri dan orang lain maupan lingkungannya. Di antara yang masih sedikit yang di ungkap dan ditelaah di balik perintah ibadah tersebut adalah, kekuatan ibadah sha;at dhuha. Di antaranya, dari segi amalan sunah yang dilakukan secara rutin dan ajeg dapat berimplikasi terhadap ketenangan jiwa bagi pengamal maupun kemudahan di dalam berusaha.
            Ibadah shalat dhuha meskipun berstatus sunah,tetepi memiliki waktu khusus. Apabila dilakukan secara ajeg dan ikhlas,insya Allah akan memberikan kemudahan dalam berusaha dan mendatangkan rejeki, baik secara langsung maupun tidak langsung (tidak disangka-sangka).
Hakikat shalat dhuha
S
halat dhuha sesungguhnya tak berbeda dengan shalat-shalat lainnya,terutama shalat wajib yang lima waktu,esensi shalat lepas pagi menjelang siang ini juga tidak berbeda dengan shalat lainnya.Esensi tersebut dijelaskan syeh musthofa masyhur dalam bukunya “Berjumpa Allah Lewat Shalat”, menunjuk shalat sebagai tiang penyangga yan sekaligus siri islam dan jugapembeda antara si kafir dan si muslim.” Shalat merupakan syarat tercapainya keselamatan dan penyangga iman seseorang. Ia juga sebagai penghubung antara hamba dan Rabb-Nya. Shalat adalah penyejuk mata dan pelipur hati.
            Lebih jauh Syekh Musthofa Masyhur menyatakan, bahwa shalat pada hakikatnya merupakan sarana terbaik untuk mendidik jiwa dan memperbaharui semangat dan sekaligus sebagai penyucian akhlq. “Shalat itu membersihkan jiwa dan menyucikan sifat buruk, khususnya sifat-sifat yang dapat mengalahkan cara hidu[ materialistis, sehingga menjadikan dunia itu lebih penting dari segala-galanya, mengkomersilkan ilmu mereka dan mencampakan rohaniahnya.”
            Pengalaman empierik dalam hal shalat yang dilakukan dengan ikhlas ini pernah di urai pimpinan sekaligus pengurus ponpes Al-Muslimun, Jember, KH Mujamil Hasba.Dalam suatu kesempatan diskusi kecil dengan penulis, Kyai yang otodidak dan penemu sekaligus perkit teropong bintang dari peralatan pelastik (paralon) rongsokan ini mengatakan, bahwa shalat yang di perintahkan Allah SWT sebagai pencegah perbuatan keji dan mungkar itu hendaknya dilakukan dengan ikhlas. Bukan karena terpaksa atau sekedar menggugurkan kewajiban.
            Ia memprihatinkan terhadap orang yang shalat ( entah dengan sungguh-sungguh atau dengan pura-pura ), tapi dalam perilaku kesehariannya masih beum mencerminkan sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT tersebut. Tanda-tanda seorang yang taat melakukan shalat itu, kata Mujamil, tergambar pada warna aura yang terpancar dari tubuhnya yang tampak bersinar putih kebiru-biruan. Sebaliknya, bagi mereka yang shalatnya tidak ikhlas, warna auranya kehitam-hitaman.
            Perihal shalat dhuha, kini yang selalu tampil bersahaja ini menjelaskan, bahwa pada hakikatnya tidak ada perbedaan dengan shalat-shalat lain. Hanya saja, bahwa setiap anjuran maupun larangan yang diberikan Allah SWT kepada hambanya termasuk shalat dhuha di dalamnya, bisa dipastikan ada rahasia Allah SWT yang sangat berharga pada hambanya. Hanya saja, pegetahuan yang ada pada manusia tentang itu sangat terbatas.
            Seakan mempertegas uraian KH Mujamil Hasba, Prof.T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy dalam bukunya “Pedoman Shalat”  menjelaskan esensi Shalat  (shalat apa pun, wwjib atau sunah) itu bahwa selain ikhlas juga khusyuk. “ikhlas dan khusyuk adalah merupakan jiwa shalat.”
            Adapun mendirikan shalat itu ialah, mewujudkan jiwa shalat dan hakikatnya dalam rupa tubuh yang lahir. Karena itu, wajib bagi kita mewujudkan kekhusyukan yang menjadi jiwa shalat itu sebagai mana kewajiban kita melaksanakan shalat  yang lahir dengan sebaik-baiknya. “kedudukan khusyuk dan ikhlas dalam shalat adalah stamsil  kedudukan ruh (jiwa) dalam sesuatu tubuh”
            Lebih jauh Hasbi Ash-shiddieqy menjelaskan,amalan badan seperti tenang,sedang amalan hati sama dengan takut. Sehingga menurut pentahqiqan, “ khusyuk ini adalah amalan hati,yakni suatu keadaan (kelakuan) yang mempengaruhi jiwa, lahir membekas pada angggota seperti tenag dan menundukan diri.”
            Dalam hal ini Ia mengutip hadis Nabi Saw yang si riwayatkan Al-Hakim,At-Turmudzi dari Abu Hurairah sebagaimana di sebutkan dalam “Al-Jamius Shaaghier” Jilid II, halaman 108, yang berbunyi : “Laukhosya’a qalbu haadzarrajuli lakhosya’at jawaarihuhu” (sekiranya khusyuk hati jiwa orang ini,tentulah khusyuk segala anggotanya). Tegasnya, bahwa khusyuk itu ialah, “Al ikhtibaatu watathaamunulqalbi waljawaarihi lillahi ta’aalaa” (tunduk dan tawadlu serta berketenangan hati dan segala anggota tubuh kepada Allah SWT).
            Bahkan khusyuk dalam shalat itu, merupakan wajib. Karena syarat syahnya shalat adalah khusyuk. Bukan yang disunnahkan seperti dikatakan sebagian orang. Dalil yang menunjuk pada yang demikian itu, antara lain : “Wa aqimish shalaata lidzikrii” (artinya : “Dirikanlah olehmu akan shalat untuk mengingatkan daku” Q.S>20 Thaha : 14)
            Perintah khusyuk dalam shalat ini tegas sekali. Kebalikannya adalah, lalai. Sehingga, orang yang lalai dalam shalat tentulah ia tidak akan mengingat akan kehadiran atau perjumpaan dengan Allah. Orang yang lalai atau yang ingatannya penuh dengan berbagai macam aktivitas lain, bisa dipastikan ia tidak mengetahui apa yang di ucapkan.
            Saking pentingnya khusyuk dalam shalat ini, para ulama salaf seperti Ats-Tsaury dalam syarah Ihya’ 2 : 115, sebagai mana sikutip Hasby Ash-Shiddieqy (pedoman shalat, halaman 83) menyebut, “Manlam yahsya’ fasadat shalatuhu”  ( Barang siapa yang tidak khusyu dalam shalatnya, maka rusaklah shalatnya). Demikianlah halnya Al-Hasan Al-Bishry menyebutnya, “Kullu shalaatin laayadhuru fiihaalqalbufahua ilaal’uquubati asra’u” (Tiap-tiap shalat yang tidak hadir hati di dalamnya, maka orang yang bershalat itu lebih cepat memperoleh siksa).
            Itu sebabnya, bila esensi setiap shalat, baik wajib maupun sunnah seperti itu, maka tidak ada bedanya esensi antara shalat dhuhadengan shalat-shalat lainnya. Itulah sebabnya, untuk memahaminya lebih jauh, ada baiknya kita membedah seputar shalat dhuha ini.
            Dalam banyak buku fikih,ketika membahas tentang shalat dhuha, para ulama acap menunjuk keutamaan-keutamaan bagi orang yang mengamalkannya. Slalah satunya, seperti dikutip oleh Imam Abu Zakaria Yahya Bin Syaraf Annawawy dalam kitabnya “Riadhus Shalihin” Jilid II yang di alih bahasakanoleh ustadz H. Salim Bahreisj, cetakan ke-10, Al- Ma’Arif, empat hadis tentang keutamaan shalat dhuha dari hadis yang si riwayatkan Bukhari-Muslim dan Muslim, misalnya seperti :
1)      “An Abi Hurairah r.a qaala : aushaani khaliili Saw bishiyaami tsalatsati ayyaamin minkulli syahrin warak’atidhdhuha waan utira qalba an arqud” (Dari Abu Hurairah r.a berkata : Kekasihku Rasulullah Saw berpesan kepada saya supaya berpuasa tiga hari setiap bulan, dan shalat dua rekaat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur) Hadis riwayat Bukhari-Muslim.
2)      Dari Abu Dzar r.a berkata : Bersabda Rasulullah Saw. : Pada tiap pagi ada kewajiban tiap-tiap persendian bersedekah. Dan tiap tasbih, itu sedekah, dan tiap tahlil (Laa Ilaaha Illallaah) sedekah, dan tiap tahmid itu sedekah, dan tiap takbir itu sedekah, dan menanjurkan kebaikan itu sedekah,dan cukup menggantikan semua itu sua rekaat sunnat dhuha. H.R. Muslim.
Lebih jauh Imam Abu Zakaria Yahya bin syaraf Annawawy menjelaskan, bahwa di dalam tubuh orang itu ada tiga ratus enam puluh ruas (rosrosan) dan sedekah untuk tiap ruas itu diharuskan, dan sedekah ialah tiap amal perbuatan yang berupa bantuan dan pertolongankepada manusia dalam berbagai bentuk dan cara dengan uang, nasihat, dan sebagainya.
3)      Dari Aisyah r.a. : Adalah Rasulullah Saw. Shalat dhuha empat rakaat dan kadang-kadang melebihi dari itu sekehendaknya. H.R. Muslim.
4)      Dari Umi Hani’ (Fakhitah) binti Abi Tholib r.a. berkata : Ketika tahun Fatah (yaitu ketika pengambilan kembali kekuasaan Kota Makkah) saya pergi akan menemui Rasullulah Saw. Mendadak saya menjumpainya sedang mandi, dan ketika selesai mandi ia shalat dhuha delapan rekaat. H.R. Bukhari – Muslim.
            Prof. Dr. H. Imam Muchlas, MA, dosen pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya menjelaskan, bahwa dalam amalan ibadah shalat ini Nabi Muhammad Saw dalam setiap harinya mengamalkan shalat wajib dan shalat-shalat sunnah lainnya yang kalau di total jumlah rekaatnya mencapai 58 sampai 60 rekaat.
            Jumlah rekaat itu mencapai 17 rakaat shalat wajib lima waktu, 13 rakaat shalat malam ( 11 rakaat shalat tahajjud 2 rakaat bakda wudlu ), 18 atau 20 rakaat shalat sunnah rawatib dan 8 rakaat dhuha.
            “ Itu belum termasuk shalat-shalat sunah lainnya yang terkadang di lakukan Nabi Muhammad Saw semisal shalat tasbih,” ungkap Imam Muchlas yang kini aktif sebagai Pembina Bidang Tarjih dan Tabligh Pengurus Wilayah Muhamadiah Jawa Timurdan pernah di minta oleh Prof. Dr. Mohammad Sholeh untuk menjadi dosen pembimbing dalam menyelesaikan disertasi tentang “ Shalat Tahajjud.”
            Menurut imam muchlas, bahwa esensi dari amal ibadah shalat itu besar sekali hikmahnya dan diri sang pelaku maupun bagi orang lain dan lingkungan sekitarnya. Artinya, bahwa seseorang yang mendirikan shalatsengan benar dan mau meresapi maknanya, tentu saja segala gerak gerik perilakunya setiap hari akan selalu terkontrol dan tidak mudah sembarangan melanggar rambu-rambu yang di larang agama. “Perilaku yang demikian ini merupakan esensi dari perintah mendirikan shalat.”
            Mengenai shalat dhuha, Imam Muchlas menyebut, tidak berbeda jauh dengan shalat sunnah lainnya. Kendati di dalam al-Qur’an disebut tidak sebanyak shalat sunah tahajud (qiyamul laili), namun nama dhuha ini di abadikan Allah SWT pada surat ke-93 (adh-dhuha).
            Kebiasaan ayat atau awal surat yang didahului dengan kalimat  “wau qhasam” yang bermakna “sumpah demi Allah SWT” itu, sebagian mufassirin menafsiri ada rahasia Allah si balik yang di perintahkan kepada manusia. Hanya saja, karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan manusia, sehingga sedikit sekali yang mampu menangkap rahasia Allah itu.

Tantangan dalam Mengamalkan
K
eutamaan berikut kekuatan dan kedahsyatan shalat dhuha bila mau mengamalkannya secara rutin, sesungguhnya sudah si akui banyak kalangan. Akan tetapi, ternyata masih sedikit di antara kita yang bersedia meluangkan waktu sejenak untuk secara rutin menjalankannya, kendati banyak bermanfaat dan kehebatan yang di luar nalar sehat manusia. Problemnya adalah, karena sebegitu besarnya hambatan dan halangan yang di buat oleh setan dan iblis yang memang memahami akan manfaat besar dan kehebatan dari shalat dhuha.
            Dibanding shalat tahajjud, sejatinya pengamalan shalat dhuha jauh lebih mudah dan ringan, terutama dari sisi tantangan waktu dan kesempatan. Waktu dan kesempatan mengamalkan shalat tahajjud memang cukup berat, dilakukan pada sepertiga malam yang laximnya merupakan waktu kebanyakan orang tidur pulas. Sedang waktu dan kesempatan pada shalat dhuha relatif lebih ringan. Suasana kantuk dan lelah akibat kecapaian seharian bekerja di siang hari sudah sirna setelah istirahat tidur cukup pada malam hari. Sehingga, sepertinya kurang cukup alasan untuk tidak mengamalkan shalat dhuha.
            Memang, pelan tapi pasti, setan dan iblis laknatullah itu selalu berusaha semaksimal mungkin memperdayai manusia, agar melalaikan ibadah sunnah shalat dhuha yang satu ini. Tampaknya, usah setan dan iblis di masa sekarang sudah menampakan hasil. Orang lebih membudayakan joging atau senam pagi, jalan sehat, sepeda sehat dan segala macam olahraga pagi hari.
            Dalilnya memang sangat nalar, karena udara oagi sehat bagi tubuh manusia. Sedang matahari ketika naik sepanggalah (dhuha) juga mengandun sinar UV yang sangat bermanfaat bagi kesehatan jasmani. Sehingga, karena  waktu senam atau olahraga pagi yang semacam itu beriringan dengan jam-jam kantor (baik pemerintah maupun swasta), maka ibadah shalat dhuha bida menjadi kurang begitu penting di banding senam pagi atau olahraga pagi itu.
            Adalah ideal sekali, sekiranya bisa memadukan sekaligus membudayakan di masyarakat antara olahraga pagi yang sngat bermanfaat bagi kesehatan jasmani sengan olahraga batiniah shalat dhuha yang sangat berguna bagi kesehatan rohani. Artinya, olahraga pagi dapat di jalankan, melaksanakan shalat dhuha tidak sampai di nafikan.
            Sejatinya, bisa saja dicermati dengan seksama bahwa di dalam gerak-gerak shalat itu (dari takbiratul ihram sampai salam) sudah terkandung di dalamnya  gerakan olahraga. Dengan catatan, dalam setiap gerakan di lakukan dengan semprna dan tumaknina (tidak tergesa-gesa dan berurutan), serta tentunya di barengi dengan ikhlas dan khusyuk. Sehingga gerakan kejernihan jiwa dan gerakan jasmaniah menyatu.
            Coba perhatikan sekaligus bandingkan, bila olahraga pagi membutuhkan gerakan-gerakan selama 30 menit, kemudian gerakan shalat dhuha 8 sampai 12 rekaat (sudah termasuk wirid dan do’a didalamnya) juga membutuhkan waktu kurang lebuh selama 30  menit, maka secara lahiriah nilainya akan sama masing-masing 30 menit. Tapi secara batiniah, gerakan shalat dhuha memiliki manfaat ganda, geerakan olahraga fisik sekaligus gerakan batiniyah/ rohani yang (insya Allah) dijamin mendapat pahala surga.
            Soal jaminan syurga ini bisa di simak sabda rasulullah Saw : “ Man sholladh dhuha istnata ‘asyrota rak’atan banallahulahuqasran fil janati” (barabng siapa mengerjakan shalat dhuha sebanyak duabelas rakaat, maka Allah SWT akan membangun gedung baginya di surga.    
            Memang, shalat dhuha tergolong amalan sunnah, bila di amalkan mendapat ganjaran pahala tidak di amalkan tidak berdosa. Kendati demikian, alangkah sayangnya bila di antara kita bersusah payah (bahkan secara rutin) meluangkan waktu dan kesempatan bisa berolahraga pagi, akan tetapi enggan untuk mengamalkan shalat dhuha.

Landasan ibadah

1.      Hadis nabi yang di riwayatkan oleh bukhori-Mislim yang bersumber dari Abu Hurairah r.a., ia berkata “ telah berwasiat kepadaku orang yang dikasihi (yaitu) Rasulullah Saw dengan wasiat tiga perkara : berpuasa tiga hari pada tiap bulan, shalat dhuha dua rekaat,dan di anjurkan supaya shalat witir sebelum tidur.
2.      Hadis nabi yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arkam r.a. : “ sesungguhnya aku melihat orang-orang shalat dhuha, maka ia berkata : Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat itu di lain saat ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda : Shalat dhuha itu _shalatul awabin _ shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu oada waktu anak-anak unta mulai bangun karena panas tempat berbaringnya.
Adapun mengenai jumlah rekaatnya , paling sedikit 2 rekaat dan paling banyak 12 rekaat, sebagaimana sabda Rasulullah Saw : ” barang siapa mengerjakan shalat dhuha sebanyak duabelas rekaat, Maka Allah akan membangunkan gedung baginya di surga.

Dhuha, Kesehatan, dan Kemudahan Rezki
K
eterkaitan ibadah shalat dhuha dengan di (mudahkannya) mendapatkan. rizki,sejatinya sudah banyak di yakini banyak orang. Tapi agaknya, masih sedikit yang mencermatinya dari tinjauan medis kesehatan. Padahal, jika dilihat dari pelaksanaan waktu shalat dhuha yang di mulai sejak matahari naik sepenggalah sampaimatahari tergelincir menjelang waktu dzuhur, maka hal itu baik sekali bagi kesehatan badan.
Menurut penelitian para pakar kesehatan, bahwa sinar matahari pagi hingga menjelang siang itu terkandung sinar UV ( ultraviolet ) yang manfaatnya berguna sekali bagi kesehatan otot-otot dan tulang manusia. Itulah sebabnya, kemudian banyak orang yang berminat dengan senam atau olahraga di pagi hari sampai menjelang siang tersebut. Bahkan sekarang, di beberapa instansi (pemerintah maupun swasta) dan perkumpulan masyarakat yang berkeranjingan membudayakan senam dan olahraga pagi itu.
            Dari sini pula, lalu berkembang pertanyaan: apa kaitan shalat dhuha dengan olahraga pagi? Apakan shalat dhuha yang di olahragakan atau sebaliknya olahraga yang di dhuha kan? Kemudian bagaimana dengan kemudahan mendapatkan rizkisebagai implikasi dari amalan shalat dhuha itu?
            Sejauh ini, bahwa penelitian terhadap amalan shalat dhuha yang berimplikasi bagi kesehatan tubuh manusia memang belum di temukan penelitian ilmiah sedetail dalam penelitian shalat tahajud. Penelitian ilmiah dalam shalat tahajud sebagai mana di laki=ukan oleh dosen Fakultas Tarbiyah IAIN sunan ampel surabaya Prof.Dr. Mmohhamad sholeh yang kemudian di yakini mampu mengobati atau mengurangidari bahaya berbagai penyakit, terutama kanker, memang sudah teruji secara ilmiah.
            Tetapi, Prof.Dr.H. Imam Muchlas, MA yang pernah di minta untuk menjadi pembimbing tesis oleh Prof.Dr. Mohhamad sholeh meyakini, bahwa amalan shalat dhuha (termasuk shalat-shalat lain) tentu memiliki rahasia masing-masing yang di berikan oleh Alloh SWT kepada setiap hambanya yang setia mengamalkannya.
            Bila dicermati hadis riwayat Muslim di atas yang menyebut, bahwa shalat dhuha ( shalatul awwabin) adalah, shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya, sementara menurut Imam muchlas, mengandung rahasia Allah SWT yang patut ditaati oleh manusia.
            Mengapa sampai di sebut “ setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja”? Karena, kata Imam Muchlas, pada waktu dhuha itu walaupun kelihatanya sepele, tapi kenyataan yang terjadi memang merupakan waktunya orang sibuk bekerjasesuai dengan bidangnya masing-masn-ing. Namun, katanya lagi, kalau di antara kita sadar dan bersedia meluangkan sebagian saja sekitar sedikitnya 10 menit sampai lamanya 30 menit untuk melaksanakan shalat dhuha, tentu sangatlah bisa.
            Ia kemudian membanding-banding dengan aktivitas senam dan olahraga pagi yang sekalipun setengah di paksa bisa dilaksanakan, mengapa dengan shalat dhuha yang sudah dijamin banyak manfaatnya, (termasuk di jamin oleh Allah SWT akan membangunkan gedung di surga nanti), masih tidak mau mengamalkannya?” kalau bisa membagi antara shalat dhuha dengan senam atau olahraga pagi sekaligus, tentunya sangat ideal dan bagus sekali,” tegasnya.


Beberapa pengalaman
Ustadz Arifin llham
            Ustadz Muhammad Arifin Ilham rutin melakukan shlalt dhuha. Shalat sunah itu sudah mulai dia laksanakan sejak duduk di kelas dua Madrasah Tsanawiah (setingkat SMP) di pondok pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta.
            Sampai saat ini, Arifin ilham hampir tidak pernah meninggalkan shalat tersebut.tidak perduli dimana berada dan tidak perduli kemana pergi, shalat dhuha selalu menyertainya. Bahkan di bandrapun selalu disempatkan untuk menjalankan shalat sunnah ini.
            “Shalat dhuha dua rekaat lebih baik dari pada dunia dan seluruh isinya,” kata Ustadz Arifin Ilham mengutip hadis Rasullullah Saw. Karena itulah dia tidak pernah meninggalkan shalat dhuha. Bukan itu saja, dia juga selalu mengajak jamaahnya untuk mengikuti kebiasaannya yang tak lain juga jebiasaan dari Rasullullah Saw.
            Dari pengalaman orang lain, Arifin menceritakan memiliki delapan sahabat yang rutin menjalankan shalat dhuha. Kini, kata ustadz yang terkenal lewat dzikirnya itu, mereka semua menjadi orang-orang yang sukses di berbagai bidabg masing-masing.

Siti Fajriah
Deputi Gubernur BI
            “Saya berangkat dari rumah sudah dalam keadaan berwudhu. Sampai di kantor langsung shalat dhuha. Baru kemudian bekerja,” ungkap perempuan ke;ahiran Temanggung, 1951 tersebut.
            Baginya shalat dhuha merupakan bagian dari rutu=initas yang selalu menyertai kegiatan di kala pagi hari. Shalat dhuha hampir tidak pernah lepas. Bahkan ketika tugas ke luar kota pun, selalu di usahakan untuk menjalankan shalat dhuha.
            Manfaat yang diperoleh, menurut Fajriah diantaranya ketenangan dalam hidup. Selain itu sering di anugrahi kenaikan pangkat yang tidak terduga, termasuk ketika pada 2006 silam dianggat menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
            Sselain rutin mengamalkan shalat dhuha, Siti Fajriah juga hampir tidak pernah ketinggalan melakukan shalat tahajud. Gabungan kedua shalat sunnah tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh Siti Fajriah.